Tampilkan postingan dengan label usaha daur ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha daur ulang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Dari Kaleng Bekas Jadi "Sepeda Motor"


14/03/2011 05:45
Liputan6.com, Bekasi: Kaleng minuman ringan yang terbuang kini tak lagi menjadi beban lingkungan. Di tangan Gifson Harianja, warga Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, limbah itu justru mendatangkan keuntungan. Kaleng-kaleng itu ia sulap menjadi aneka miniatur motor dan berbagai kerajinan lain.

Berbekal imajinasi, Gifson membuat puluhan jenis kerajinan dari limbah kaleng aluminium. Dengan peralatan sederhana, satu per satu kaleng dirangkai menjadi bentuk yang diinginkan.

Proses kreatif ini dimulai dari membuat lempengan dari botol aluminium bekas minuman. Kaleng-kaleng itu dibuat jadi lempengan untuk kemudian dicuci dan dibersihkan. Lempengan-lempengan itu kemudian dipotong sesuai dengan pola yang ada. Usai menyelesaikan bentuk dasar, sekarang giliran pernak-pernik aksesoris mempercantik motor kaleng buatannya.

Usaha ini tak begitu saja tumbuh. Puluhan eksperimen yang gagal menjadi gurunya untuk membuat yang lebih baik. Kini ia mulai memetik hasilnya. Karya uniknya telah banyak dimiliki kolektor dan ia juga turut menyelamatkan bumi dengan menjadi bakteri pengurai limbah.(ADO)



Gifson Harianja
Perajin
Kelurahan Jaticempaka No.34 RT-11 RW-08
Pondok Gede, Bekasi
Jawa Barat
Telepon: 021-83255828

Sumber : liputan6.com

Senin, 14 Maret 2011

Aneka Benda Seni dari Sampah



Liputan6.com, Denpasar: Pengepul sampah daur ulang di Denpasar, Bali, berhasil menjadikan sampah menjadi barang berguna. Semua bermula dari kepedulian pada lingkungan, I Made Bagiada dengan tekun mengumpulkan aneka sampah daur ulang dan benda elektronik hingga memiliki bank sampah di kawasan Jalan Noja Sari, Denpasar, Bali. Belakangan gagasan yang lebih besar muncul. Bagiada ingin mengubah sampahnya menjadi bernilai lebih.

Tak hanya itu, ia membebaskan pegawainya berkreasi dengan sampah. Barang-barang rongsokan dikumpulkan, dipreteli, dan dirangkai hingga menjadi sebuah kerajinan replika sepeda motor besar. Bersama 10 pegawai I Made Bagiada dalam sepekan bisa membuat lima replika sepeda motor tergantung adanya pasokan barang bekas yang tersedia. harganya 75 hingga 100 ribu rupiah per buah tergantung model dan ukuran.

Selain replika sepeda motor, sampah juga dibuat aneka kap lampu. Harganya murah meriah karena terbuat dari botol bekas dan plastik tak terpakai. Harganya lumayan dari 40 ribu rupiah sampai Rp 100 ribu.

Kreativitas I Made Bagiada dan karyawannya telah menciptakan lapangan kerja sekaligus memberi nilai ekonomis pada sampah. Namun ada kendala yang kini dihadapi Bagiada, yaitu pemasaran. Ia berharap pemerintah daerah bisa dapat membantunya sehingga karya-karyanya bisa dinikmati lebih banyak orang.(IAN)

Sumber :liputan6.com
Foto : daur ulang